“Filosofi Pendidikan” dalam proses pembelajaran .

image

Pendidikan adalah proses menaikkan harkat,martabat,moral manusia dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan jiwa kritis terhadap masalah yang didasari dengan hati nurani yang luhur.

Pendidikan sekarang ini lebih ditekankan untuk memperoleh nilai, aksioma, dan secarik kertas bertuliskan tinta emas Cumlaude. Maka tidak heran, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi di Indonesia diarahkan untuk mendapatkan nilai yang maksimal. Bukan untuk meningkatkan nilai dari manusia itu sendiri. Pendidikan moral hanya diberikan 1-2 kali dalam satu pekan. Peserta didik dibeban kan masalah batas nilai ketuntasan untuk dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Maka lahir lah bimbingan-bimbingan belajar karbitan yang mencetak siswa dengan nilai tinggi namun pemahaman keilmuan yang rendah. Lalu terjadilah komersialisasi pendidikan dan kapitalisme. Alhasil, siswa kita menjadi siswa yang bernilai tinggi namun tidak down to earth .

Bahkan terkadang, dibeberapa perguruan tinggi , tidak lagi melihat mahasiswa dari daya pikir kreatif dan kritis dalam mengaplikasikan apa yang mereka pelajari.
Mahasiswa sekarang hanya tahu tentang teori, studi kasus, dan statistik. Kemampuan kritis mereka dalam memecahkan masalah, memetakan kondisi sosial dan menempatkan diri di masyarakat sangat lah kurang.

Dalam seleksi penerimaan siswa atau mahasiwa baru, terjadi perubahan pola pikir yang sangat krusial dalam masyarakat. Orang kaya dapat berpendidikan lebih dari pada orang miskin. Cara menilai calon siswa/mahasiswa dilihat dari seberapa besar potensi mereka dapat dijadikan konsumen bagi bisnis dunia pendidikan.

Melirik filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara : ING NGARSO SUNTOLODO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI (Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan), sangat lah berbeda dengan praktek penyelengaraan pendidikan masa kini.
Selain itu, konsep pendidikan adalah segala proses dalam rangka belajar akan sesuatu hal yang baru dan mengaplikasikan nya dalam kehidupan. Sedangkan yang kita lihat sekarang ini hanya lah pengajaran ,yaitu proses doktrinisasi akan hal yang diketahui lebih dulu oleh pendidik kepada peserta didik. Padahal, pendidikan dapat terjadi dimana saja. Di jalan, di rumah, di kantor, di stasiun bahkan di tempat prostitusi sekalipun.
Selain itu, materi yang disampaikan di sekolah atau di kampus terkadang hanya merujuk pada kurikulum yang ada. Kurikulum yang menuntut nilai real dari pada proses, kurikulum yang tidak memihak kepada peserta didik, kurikulum yang tiap tahun berubah sesuai pesanan.

Dahulu kala ,dalam sejarah filsafat yunani, filsuf merupakan orang berilmu, orang bijak yang membagikan ilmu kepada orang yang bertanya pada mereka. Namun pada zaman pra Socrates, bermunculan kaum sofis yang mulai menjual ilmu kepada mereka yang mau membayar. Maka dimulai lah jaman kanibalisme dimana yang kuat memakan yang lemah.

Sudah saat nya kita berbenah, menata ulang mindset kita terhadap proses pendidikan. Jangan sampai anak cucu kita lebih pintar mengerjakan soal ujian dari pada bersikap sopan santun pada orang lain. Jangan sampai mereka lebih hafal rumus-rumus praktis dari pada mengetahui dari mana dan untuk apa rumus itu ada.
Mari kita mulai pendidikan yang bermoral dan berakhlak mulia kepada anak kita,saudara kita,teman kita dan orang orang terdekat kita, agar kita bisa menjadi manusia yang lebih bernilai tidak hanya dalam tes di bangku sekolah dan bangku kuliah.

Advertisements

3 comments

  1. penjabaran terhadap nilai itu yang menjadi bias…
    dalam pendidikan yang katanya modern “nilai” dikaitkan dengan alpha numeric. ABCDE dst 12345dst.

    sedangkan dalam perjalanan waktu nilai tak hanya sekedar alpha numeric. namun jauh lebih dalam. Bagaimana kita akan menjabarkan nilai-nilai kepahlawanan, nilai-nilai nasionalisme, nilai-nilai budi pekerti kalau dijadikan alpha numeric yang sangat subyektif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s